KEYAKINAN PADA HARI KIAMAT DAN PERTANGGUNG JAWABAN MANUSIA DIAKHIRAT
Rukun Iman yang kelima adalah keyakinan kepada hari akhirat. Keyakinan ini sangat penting
dalam rangkaian kesatuan rukun iman lainnya, sebab tanpa mempercayai hari akhirat sama halnya
orang yang tidak mempercayai agama Islam, walaupun orang itu menyatakan iman kepada Allah.
Dalam banyak ayat maupun Hadits Nabi, Iman kepada hari akhir ini hampir selalu dirangkaikan
dengan iman kepada Allah, misalnya :"Jika kalian beriman kepada Allah dan iman kepada hari akhir... ". (QS. Al-Nisa :59)"Sesungguhnya orang-orangyang mukmin, dan orang-rang Yahudi, Nasrani, orang-orang shabiin,
siapa saja diantara merekayang benar-benar beriman kepada Allah dan iman kepada hari akhir...(QS. Al-Baqarah: 62)
SabdaNabi:"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan
tetangganya...(Al-Hadits)
Ungkapan Al-Qur'an dan Al-Hadits semacam ini hendaknya kita fahami bahwajika manusia
beriman kepada Allah, maka harus pula beriman kepada hari akhir atau hari kiamat, atau dengan kata
lain iman kepada Allah membawa konsekwensi iman kepada hari akhir.
Menurut para ilmuwan alam, suatu saat alam ini akan berakhir dan segala sesuatu tidak berjalan
sebagaimanaperputaran alam sejak masa dahulu sampai pada masa berhentinya alam menurut ketentuan
yang telah ditetapkan. Alam ini akan berputarmengarah pada kerusakan dan kehancuran secara pasti.
Di antara dalil yang paling argumentatifbahwa hari akhir itu hanya Allah yang mengetahui adalah
karena tak seorangpun mendahuluinya membahas kerusakan alam dengan satu gambaran sebagaimana agama-agama klasik yang juga tidak membahasnya. Dan Allah tidak menginformasikan tentang hari
kiamat kepada para malaikat-Nya yang dekat dan tidak pula kepada Nabi-nabi-Nya.
Dalam banyak ayat,Al-Qur'an mengarahkan Rasul yang mulia untuk menjawab orang-orangyang
bertanya tentang kapan hari kiamat denganjawaban yang terarah, Firman Allah:"Sesungguhnyapengetahuan tentang kiamat itu adalah di sisiAllah. " (AI-A'raf: 187, AI-Ahzab: 63)
Redaksi ini mengandung implikasi agar mereka tidak banyak bertanya. Permasalahan ini dapat
kita simak dalam sebuah ayat Makkiyah :"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, Bilakah terjadinya ? Katakanlah, Sesungguhnya
pengetahuan tentang kiamat itu adalahpada sisi Tuhanku, tidakseorangpunyang dapat menjelaskan
waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di /angit
dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba, mereka bertanya
kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah sesungguhnyapengetahuan
tentang hari kiamat itu adalah di sisiAllah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."(Al-A'raf:
187)
Selain itu Allah juga merahasiakan waktu kiamat (wafatnya) setiap makhluk. Artinya, setiap
makhluk tidak mengetahui kapan ajalnya menjelang dan kitab hidupnya (takdir) ditutup. Hal ini agar ia
menyiapkan bekal untuk hari esok dan siap-siap menemui Tuhannya dengan amal shaleh serta menjauhi
dosa setiap waktu. Semua hadits Rasulullah saw, tentang kiamat hanyalah menjelaskan tanda-tandanya,
baik kecil atau besar. Diutusnya Rasulullah saw sendiri, termasuk tanda kiamat sebab, beliau adalah
Nabi terakhir, tidak ada Nabi setelahnya dan tidak ada kitab suci lagi setelah Al-Qur'an, serta tidak ada
syari'at setelah syari'at beliau. Berkaitan dengan ini Al-Qur'an mengisyaratkan:"Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada
mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya..... "( QS. Muhammad:
18)
Hari kiamat dimulai dengan rusaknya alam ini. Setiap manusia yang hidup di alam ini akan mati
dan bumi akan diganti, bukan bumi dan langit yang sekarang ini. Allah yang membangkitnya semua
manusia dan mengembalikan mereka pada kehidupan kedua.
Sesudah manusia dibangkitkan (hari itu dinamakan hari ba'ats) maka setiap orang dihisab oleh
Allah berdasarkan perbuatannya, baik ataupunjelek (hari itu disebut hari hisab atau yaumul hisab).
Barangsiapa yang perbuatan baiknya lebih banyak dari pada perbuatan jeleknya, maka Allah akan
memasukkannya ke dalam surga dan barang siapa yang perbuatanjeleknya lebih banyak dari baiknya
maka Allah akan memasukkan ke dalam neraka.
Manusia sangat berbeda ketika dibangkitkan menurut amal mereka. Orang-orang yang akidah dan
amalnya baik danjiwanya suci, maka tubuh dan ruhnya utuh dan sempuma, sedang orangyang amalnya
buruk dan akidahnya rusak, maka tubuh dan ruhnya berkurang.
Dalam hadits Rasulullah bersabda :"Orang-orangyang sombong dan diktator akan dikumpulkan di hari kiamat da/am teompet (lobang)
semutyangdiilyakoleh manusia karena mereka meremehkan Allah. "Pendidikan Agama Islam 19
Muslim meriwayatkan dari Jabir, dia berkata: saya mendengar Rasulullah Saw bersabda:"Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kematiannya. "
Artinya, jika ia mati dalam kebaikan, maka dia dibangkitkan dalam keadaan gembira. Jika ia mati
dalam kejelekan, maka dia dibangkitkan dalam keadaan buruk.
Setelah dibangkitkan kemudian Allah menghimpun dan mengumpulkan manusia untuk menghisab
setiap orang berdasarkan amalnya, baik ataupun jahat. Sebagaimana bumi menjadi saksi tentang
pengkabarannya, maka lidah, tangan kaki, dan kulitjuga akan menjadi saksi. Penghitungan dan pencatatan
amal dilakukan dengan pelantaran malaikat.
Jika hari hisab telah tiba, maka buku catatan amal ditampakkan dan disodorkan kepada pemiliknya.
Sebagaimana firman Allah :
"Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amalperbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung)
pada lehernya, dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya
terbuka. "(QS. Al-Israa: 13)
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiripada waktu inisebagaipenghisab terhadapmu. "(Al-Israa
: 14)Pencatatan amal termasuk persoalan yang telah menjadi ketetapan ilmiah. Tak satupun suara,
perbuatan dan gerak kecuali semuanya tercatat dalam buku catatan alam. Tak satupun hilang dan tak
satupun yang dapat mendatangkannya.
Ketelitian hisab mencapai puncakyang tidak mungkin dapat digambarkan. Neraca keadilan selalu
ditegakkan sehingga keadilan Tuhan dapat direalisasikan sampai pada bentuk keadilan yang sempurna.
Jika Allah membalas orang-orang yang berbakti dengan surga Na' im, maka Allah membalas yang
berbuat dosa dengan neraka Jahim.
jika 1 kebaikan bisa bemanfaat untuk orang lain maka sebarkan lah kebaikan itu untuk orang lain. salah satu amalan kita yang tidak terputus adalah ilmu yang bermanfaat.
Rabu, 12 April 2017
dua puluh sifat Allah
Di dalam Ilmu Tauhid, dijelaskan dua puluh sifat Allah, yang disebut dengan Sifat Dua
Puluh, yaitu:
Wujud, Ada. Mustahil 'adam (tidak ada). Hal ini ditegaskan oleh Al-Qur'an As-Sajadah: 4)"Allah lah Yang menciptakan langit dan bumi dan apayang ada diantara keduanya"
Qidam, Terdahulu tidak ada permulaan-Nya, mustahil huduts (baru, ada yang mendahului).Al-Qur'an menegaskan hal itu: Dia lah Yang Awal dan yang Akhir... ................(QS.
Al-Hadid :3)
Baqa, Kekal, Abadi tidak berkesudahan, mustahil Allah itu fana (rusak, berakhir). Ditegaskan
dalam Al-Qur'an: "Dan baqa' (tetap kekal) Zat Tuhanmu yang memiliki kebesaran
dan kemuliaan ". (QS. Ar-Rahman: 27)
Mukhalafatu Iii hawaditsi, Berbeda dengan segala ciptaan-Nya (yang baru), mustahil Allahmumatsalatu Iii hawaditsi (ada yang menyamai).
Firman Allah:
Yang artinya:" Tiada satupun yang menyamai dengan Dia (Allah)". (QS: Asy-Sura: 11)
Qiyamuhu binafsihi, Berdiri sendiri. Mustahil Allah ihtiyajun lighairihi (membutuhkan yang lain).
Ditegaskan dalam ayat-Nya:
... maka sesungguhnuya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu dari a/am semesta). "(QS. Ali
Imran97)
Wahdaniyat, Maha Esa, mustahil Allah itu ta 'addud (berbilang). "Katakanlah; Dia lahAllah Zatyang
MahaEsa". (Al-Ikhlash :1)
Qadrat, Berkuasa, Maha Kuasa, mustahil 'ajzun (lemah). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya
Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Q.S. Al-Baqarah: 20)
lradat, Berkehendak, mustahil karahah (terpaksa). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya
Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apayang Dia kehendaki." (Q.S. Huud: 107)
Ilmu, Maha Mengetahui, mustahil ;ahlun (bodoh). Ditegasakan dalam Al-Qur'an, "Dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. An-Nisa': 176)
Hayat, Hidup, mustahil mautun (mati). Ditegaskan dalam Al-Qur'an; "Dan berlawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekalj Yang lidakmali, dan berlasbihlah dengan
memuji-Nya." (Q.S. Al-Furqan: 58)
Sama'. Maha Mendengar, mustahil shamamun (tuli). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan Allah Maha
Mendengar serla Maha Mengelahui." (Q.S. Al-Baqarah: 256)
Basilar, Maha Melihat, mustahil 'ama (buta). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan Allah Maha Melihal
apayang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Hujurat: 19)
Kalam, Maha Berkata-kata, mustahil bakamun (bisu). Ditegaskan da1am A1-Qur'an, "Dan Allah Ielah
berbicara kepada (Nabij Musa dengan langsung. "(Q.S. An-Nisa': 164)
Qadiran, Dalam Keadaan Berkuasa, mustahil kaunuhu 'ajizan (lemah). Ditegaskan dalam Al-Qur'an,"SesungguhnyaAllah berkuasa alas segala sesualu. "(Q.S. Al-Baqarah: 20)
Muridan, dalam Keadaan Berkemauan, mustahil kaunuhu karihan (terpaksa). Ditegaskan dalam AlQur'an, "Sesungguhnya Tuhanmu Maha melaksanakan apa yang Dia kehendaki." (Q.S.
Huud:l07)
'Aliman, Dalam Keadaan Berpengetahuan, mustahil kaunuhujahilan (Bodoh). Ditegaskan dalam AlQur'an, "DanAllahMaha Mengelahui segala sesualu. "(Q.S. An-Nisa: 176)
Hayyan, Dalam Keadaan Hidup, mustahil mayyitan (mati). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan
berlawakkallah kepada Allahyang hidup kekal dan yang lidak mali. "(Q.S. Al-Furqaan: 58)
Sami'an, Dalam Keadaan Mendengar, mustahil kaunuhu ashamma (tuli). "Allah Maha Mendengar
danMahaMengetahui. "(Q.S. Al-Baqarah: 256)
Bashiran, Dalam Keadaan Melihal, mustahil kaunuhu 'ama (buta). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan
Allah Maha Melihal apayang kamu kerjakan. "(Q.S. Al-Hujurat: 18)
Mutakalliman. Dalam Keadaan berkala-kala, mustahil kaunuhu abkama ( bisu). Ditegaskan dalam AlQur'an,"DanAllah Ielah berbicara kepada Musa dengan langsung." (Q.S. An-Nisa': 164)
Puluh, yaitu:
Wujud, Ada. Mustahil 'adam (tidak ada). Hal ini ditegaskan oleh Al-Qur'an As-Sajadah: 4)"Allah lah Yang menciptakan langit dan bumi dan apayang ada diantara keduanya"
Qidam, Terdahulu tidak ada permulaan-Nya, mustahil huduts (baru, ada yang mendahului).Al-Qur'an menegaskan hal itu: Dia lah Yang Awal dan yang Akhir... ................(QS.
Al-Hadid :3)
Baqa, Kekal, Abadi tidak berkesudahan, mustahil Allah itu fana (rusak, berakhir). Ditegaskan
dalam Al-Qur'an: "Dan baqa' (tetap kekal) Zat Tuhanmu yang memiliki kebesaran
dan kemuliaan ". (QS. Ar-Rahman: 27)
Mukhalafatu Iii hawaditsi, Berbeda dengan segala ciptaan-Nya (yang baru), mustahil Allahmumatsalatu Iii hawaditsi (ada yang menyamai).
Firman Allah:
Yang artinya:" Tiada satupun yang menyamai dengan Dia (Allah)". (QS: Asy-Sura: 11)
Qiyamuhu binafsihi, Berdiri sendiri. Mustahil Allah ihtiyajun lighairihi (membutuhkan yang lain).
Ditegaskan dalam ayat-Nya:
... maka sesungguhnuya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu dari a/am semesta). "(QS. Ali
Imran97)
Wahdaniyat, Maha Esa, mustahil Allah itu ta 'addud (berbilang). "Katakanlah; Dia lahAllah Zatyang
MahaEsa". (Al-Ikhlash :1)
Qadrat, Berkuasa, Maha Kuasa, mustahil 'ajzun (lemah). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya
Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Q.S. Al-Baqarah: 20)
lradat, Berkehendak, mustahil karahah (terpaksa). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya
Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apayang Dia kehendaki." (Q.S. Huud: 107)
Ilmu, Maha Mengetahui, mustahil ;ahlun (bodoh). Ditegasakan dalam Al-Qur'an, "Dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. An-Nisa': 176)
Hayat, Hidup, mustahil mautun (mati). Ditegaskan dalam Al-Qur'an; "Dan berlawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekalj Yang lidakmali, dan berlasbihlah dengan
memuji-Nya." (Q.S. Al-Furqan: 58)
Sama'. Maha Mendengar, mustahil shamamun (tuli). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan Allah Maha
Mendengar serla Maha Mengelahui." (Q.S. Al-Baqarah: 256)
Basilar, Maha Melihat, mustahil 'ama (buta). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan Allah Maha Melihal
apayang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Hujurat: 19)
Kalam, Maha Berkata-kata, mustahil bakamun (bisu). Ditegaskan da1am A1-Qur'an, "Dan Allah Ielah
berbicara kepada (Nabij Musa dengan langsung. "(Q.S. An-Nisa': 164)
Qadiran, Dalam Keadaan Berkuasa, mustahil kaunuhu 'ajizan (lemah). Ditegaskan dalam Al-Qur'an,"SesungguhnyaAllah berkuasa alas segala sesualu. "(Q.S. Al-Baqarah: 20)
Muridan, dalam Keadaan Berkemauan, mustahil kaunuhu karihan (terpaksa). Ditegaskan dalam AlQur'an, "Sesungguhnya Tuhanmu Maha melaksanakan apa yang Dia kehendaki." (Q.S.
Huud:l07)
'Aliman, Dalam Keadaan Berpengetahuan, mustahil kaunuhujahilan (Bodoh). Ditegaskan dalam AlQur'an, "DanAllahMaha Mengelahui segala sesualu. "(Q.S. An-Nisa: 176)
Hayyan, Dalam Keadaan Hidup, mustahil mayyitan (mati). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan
berlawakkallah kepada Allahyang hidup kekal dan yang lidak mali. "(Q.S. Al-Furqaan: 58)
Sami'an, Dalam Keadaan Mendengar, mustahil kaunuhu ashamma (tuli). "Allah Maha Mendengar
danMahaMengetahui. "(Q.S. Al-Baqarah: 256)
Bashiran, Dalam Keadaan Melihal, mustahil kaunuhu 'ama (buta). Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan
Allah Maha Melihal apayang kamu kerjakan. "(Q.S. Al-Hujurat: 18)
Mutakalliman. Dalam Keadaan berkala-kala, mustahil kaunuhu abkama ( bisu). Ditegaskan dalam AlQur'an,"DanAllah Ielah berbicara kepada Musa dengan langsung." (Q.S. An-Nisa': 164)
Asma Ulhusna
sifat-sifat Allah
Kemaha Esaan Allah dalam sifat-sifat-Nya ini mempunyai arti bahwa sifat-sifat Allah penuh
kesempumaan dan keutamaan, tidak ada yang menyamainya. Sifat-sifat Allah itu banyak dan
tidak dapat diperkirakan. Namun demikian, dari Al-Qur'an dapat diketahui sembilan puluh
sembilan (99) nama sifat Tuhan yang biasanya disebut dengan al-Asma 'ul Husna: Sembilan
Puluh Sembilan Nama-nama Allah yang Indah itu adalah;1. Ar-Rahman, Yang Maha Pemurah kepada seluruh makhluk-Nya2. Ar-Rahim, Yang Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang beriman3. AI-Malik, Yang Maha Kuasa atas alam semesta4. Al-Quddus, Yang Maha Suci dari segala kekurangan5. As-Sa/am, Yang Maha Sejahtera, Dia lah Yang mensejahterakan seluruh
makhluk-makhluknya6. Al-Mukmin, Yang memberikan (rasa) aman dan keamanan kepada seluruh
makhluk
7. Al-Muhaimin, Yang Maha Memelihara
8. Al-Aziz, Yang Maha Perkasa
9. Al-Jabbar, Yang Maha Memaksa (kehendak-Nya tidak dapat diingkari)
10. A!Mutakabbir, Yang Memiliki Kebesaran
11. Al-Khaliq, Yang Maha Mencipta
12. Al-Bari 'u, Yang Maha Melepaskan. Dzat yang dapat menjadikan suatu benda dari benda lain jenisnya dan menjaga keseimbangan dari segala sesuatu13. Al-Mushawwir, Yang menciptakan rupa makhluk14. Al-Ghaffar, Yang Maha Mengampuni segala kesalahan dan dosa makhluk-Nya15. Al-Qahhar, Yang Maha Perkasa, mampu memaksa makhluknya untuk menjalankan kehendak-Nya16. Al-Wahhab,Yang Maha Pemberi Karunia
17. Ar-Razzaq, Yang Maha Pemberi Rizki
18. Al-Fattah, Yang Maha Pembuka (pintu rahmat)19. Al- 'Alim, Yang Maha Mengetahui segalanya.20. Al-Qaabidh, Yang Maha Menyempitkan kenikmatan21. Al-Baasith, Yang Maha Melapangkan rizki dan kemudahan22. Al-Khaafidh, Yang Maha Merendahkan makhluknya23. Al-Rafi 'u, Yang Meninggikan martabat makhluknya24. Al-Mu'izz, Yang Maha Memuliakan makhluknya25. Al-Mudzill, Yang Maha Menghinakan makhluknya26. As-Sami ', Yang Maha Mendengar segala suara termasuk suara hati27. Al-Bashir, Yang Maha Melihat
28. AI-Hakam, Yang Maha Menetapkan
29. AI- 'Adl, Yang Maha Adil
30. Al-Lathif, Yang Maha Penyantun
31. Al-Khabir, Yang Maha Mengetahui segala rahasia
32. Al-Halim, Yang Maha Penyantun, lembut, tidak cepat menjatuhkan hukuman kepada hamba-Nya yang berdosa33. Al- 'Adhim, Yang Maha Agung dari segalanya34. Al-Ghafur, Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur, Yang Maha Pembalas jasa atas amal baik hamba-Nya36. Al-Aliyy, Yang Maha Tinggi
37. Al-Kabiir, YangMahaBesar
38. Al-Hafiidz., Yang Maha Menjaga
39. Al-Muqiit, Yang Maha Memelihara
40. AI-Hasiib, Yang Maha Pembuat Perhitungan41. Al-Jalil, Yang Memiliki segala Keagungan
42. Al-Karim, Yang Maha Mulia
43. Ar-Raqiib, Yang Maha Mengawasi
44. Al-Mujib, YangMahaMengabulkan.
45. Al-Wasi'u, YangMahaLuas46. Al-Hakim,Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud, YangMahaPengasih
48. Al-Majid, Yang Maha Mulia49. Al-Ba'its, YangMahaMembangkitkan
50. As-Syahid, Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq, YangMahaBenar
52. Al-Wakil, Yang Maha Memelihara53. Al-Qawiiy, Yang Maha Kuat
54. Al-Matin, Yang Maha Kokoh
55. Al-Waliyy, Yang Maha Melindungi
56. AI-Hamid, Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhshi, Yang Maha Menghitung dan mengetahuijumlah dan ukuran segala
sesuatu58. Al-Mubdi u, Yang Maha Memulai
59. Al-Mu'id, Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya60. Al-Muhyi, Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumitu, Yang Maha Mematikan
62. Al-Hayyu, Yang Maha Hidup
63. Al-Qayyum, Yang Maha Mandiri
64. Al-Waajid, Yang Maha Menemukan apa yang dikehendaki65. AI-Majid, Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid, Yang Maha Esa/Tunggal
67. Al-Ahad, Yang Maha Esa
68. Ash-Shamad, Yang Maha Dibutuhkan
69. Al-Qadir, Yang Maha Kuasa
70. Al-Muqtadir, Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim,Yang Maha Mendahulukan72. Al-Muakkhir, Yang Maha Mengakhirkan
73. Al-Awwal, Yang Maha Permulaan74. Al-Akhir, YangMahaAkhir75. Ad-Dzahir, YangMahaNyata76. Al-Bathin, Yang Maha Ghaib
77. Al-Wali, YangMahaMemerintah
78. Al-Muta 'aliy, Yang Maha Tinggi
79. Al-Barii,Yang Maha Derma
80. At-Tawwab, Yang Maha Menerima Taubat hamba-nya
81. Al-Muntaqim, Yang Maha Penyiksa
82. Al-'Afuww, YangMahaPemaaf83. Ar-Rauf, Yang Maha Pengasih
84. Malikul Mulk, Yang Maha Merajai Kerajaan
85. Zul Jalali Waf Ikram, Yang Maha Memiliki kebesaran dan kemuliaan
86. Al-Muqsith, Yang MahaAdi/87. Al-Jami ',Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy, Yang Maha Kaya
89. Al-Mughniy, Yang MahaBerkecukupan
90. Al-Mani ',Yang Maha Mencegah
91. Ad-Dhaarr, Yang Maha Pemberi derita
92. An-Nafi 'u, Yang Maha Pemberi Manfaat
93. An-Nur, Yang Maha Bercahaya
94. Al-Haadi, Yang Maha Memeberi petunjuk95. Al-Baadi ',Yang Maha Pencipta96. Al-Baaqi, Yang Maha Kekal97. Al-Waarits, YangMahaPewaris98. Ar-Rasyid, Yang Maha Pandai99. As-Shabur, Yang MahaSabar
(Syamsul Rijal Hamid: 1999:33-37)
Kemaha Esaan Allah dalam sifat-sifat-Nya ini mempunyai arti bahwa sifat-sifat Allah penuh
kesempumaan dan keutamaan, tidak ada yang menyamainya. Sifat-sifat Allah itu banyak dan
tidak dapat diperkirakan. Namun demikian, dari Al-Qur'an dapat diketahui sembilan puluh
sembilan (99) nama sifat Tuhan yang biasanya disebut dengan al-Asma 'ul Husna: Sembilan
Puluh Sembilan Nama-nama Allah yang Indah itu adalah;1. Ar-Rahman, Yang Maha Pemurah kepada seluruh makhluk-Nya2. Ar-Rahim, Yang Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang beriman3. AI-Malik, Yang Maha Kuasa atas alam semesta4. Al-Quddus, Yang Maha Suci dari segala kekurangan5. As-Sa/am, Yang Maha Sejahtera, Dia lah Yang mensejahterakan seluruh
makhluk-makhluknya6. Al-Mukmin, Yang memberikan (rasa) aman dan keamanan kepada seluruh
makhluk
7. Al-Muhaimin, Yang Maha Memelihara
8. Al-Aziz, Yang Maha Perkasa
9. Al-Jabbar, Yang Maha Memaksa (kehendak-Nya tidak dapat diingkari)
10. A!Mutakabbir, Yang Memiliki Kebesaran
11. Al-Khaliq, Yang Maha Mencipta
12. Al-Bari 'u, Yang Maha Melepaskan. Dzat yang dapat menjadikan suatu benda dari benda lain jenisnya dan menjaga keseimbangan dari segala sesuatu13. Al-Mushawwir, Yang menciptakan rupa makhluk14. Al-Ghaffar, Yang Maha Mengampuni segala kesalahan dan dosa makhluk-Nya15. Al-Qahhar, Yang Maha Perkasa, mampu memaksa makhluknya untuk menjalankan kehendak-Nya16. Al-Wahhab,Yang Maha Pemberi Karunia
17. Ar-Razzaq, Yang Maha Pemberi Rizki
18. Al-Fattah, Yang Maha Pembuka (pintu rahmat)19. Al- 'Alim, Yang Maha Mengetahui segalanya.20. Al-Qaabidh, Yang Maha Menyempitkan kenikmatan21. Al-Baasith, Yang Maha Melapangkan rizki dan kemudahan22. Al-Khaafidh, Yang Maha Merendahkan makhluknya23. Al-Rafi 'u, Yang Meninggikan martabat makhluknya24. Al-Mu'izz, Yang Maha Memuliakan makhluknya25. Al-Mudzill, Yang Maha Menghinakan makhluknya26. As-Sami ', Yang Maha Mendengar segala suara termasuk suara hati27. Al-Bashir, Yang Maha Melihat
28. AI-Hakam, Yang Maha Menetapkan
29. AI- 'Adl, Yang Maha Adil
30. Al-Lathif, Yang Maha Penyantun
31. Al-Khabir, Yang Maha Mengetahui segala rahasia
32. Al-Halim, Yang Maha Penyantun, lembut, tidak cepat menjatuhkan hukuman kepada hamba-Nya yang berdosa33. Al- 'Adhim, Yang Maha Agung dari segalanya34. Al-Ghafur, Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur, Yang Maha Pembalas jasa atas amal baik hamba-Nya36. Al-Aliyy, Yang Maha Tinggi
37. Al-Kabiir, YangMahaBesar
38. Al-Hafiidz., Yang Maha Menjaga
39. Al-Muqiit, Yang Maha Memelihara
40. AI-Hasiib, Yang Maha Pembuat Perhitungan41. Al-Jalil, Yang Memiliki segala Keagungan
42. Al-Karim, Yang Maha Mulia
43. Ar-Raqiib, Yang Maha Mengawasi
44. Al-Mujib, YangMahaMengabulkan.
45. Al-Wasi'u, YangMahaLuas46. Al-Hakim,Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud, YangMahaPengasih
48. Al-Majid, Yang Maha Mulia49. Al-Ba'its, YangMahaMembangkitkan
50. As-Syahid, Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq, YangMahaBenar
52. Al-Wakil, Yang Maha Memelihara53. Al-Qawiiy, Yang Maha Kuat
54. Al-Matin, Yang Maha Kokoh
55. Al-Waliyy, Yang Maha Melindungi
56. AI-Hamid, Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhshi, Yang Maha Menghitung dan mengetahuijumlah dan ukuran segala
sesuatu58. Al-Mubdi u, Yang Maha Memulai
59. Al-Mu'id, Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya60. Al-Muhyi, Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumitu, Yang Maha Mematikan
62. Al-Hayyu, Yang Maha Hidup
63. Al-Qayyum, Yang Maha Mandiri
64. Al-Waajid, Yang Maha Menemukan apa yang dikehendaki65. AI-Majid, Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid, Yang Maha Esa/Tunggal
67. Al-Ahad, Yang Maha Esa
68. Ash-Shamad, Yang Maha Dibutuhkan
69. Al-Qadir, Yang Maha Kuasa
70. Al-Muqtadir, Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim,Yang Maha Mendahulukan72. Al-Muakkhir, Yang Maha Mengakhirkan
73. Al-Awwal, Yang Maha Permulaan74. Al-Akhir, YangMahaAkhir75. Ad-Dzahir, YangMahaNyata76. Al-Bathin, Yang Maha Ghaib
77. Al-Wali, YangMahaMemerintah
78. Al-Muta 'aliy, Yang Maha Tinggi
79. Al-Barii,Yang Maha Derma
80. At-Tawwab, Yang Maha Menerima Taubat hamba-nya
81. Al-Muntaqim, Yang Maha Penyiksa
82. Al-'Afuww, YangMahaPemaaf83. Ar-Rauf, Yang Maha Pengasih
84. Malikul Mulk, Yang Maha Merajai Kerajaan
85. Zul Jalali Waf Ikram, Yang Maha Memiliki kebesaran dan kemuliaan
86. Al-Muqsith, Yang MahaAdi/87. Al-Jami ',Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy, Yang Maha Kaya
89. Al-Mughniy, Yang MahaBerkecukupan
90. Al-Mani ',Yang Maha Mencegah
91. Ad-Dhaarr, Yang Maha Pemberi derita
92. An-Nafi 'u, Yang Maha Pemberi Manfaat
93. An-Nur, Yang Maha Bercahaya
94. Al-Haadi, Yang Maha Memeberi petunjuk95. Al-Baadi ',Yang Maha Pencipta96. Al-Baaqi, Yang Maha Kekal97. Al-Waarits, YangMahaPewaris98. Ar-Rasyid, Yang Maha Pandai99. As-Shabur, Yang MahaSabar
(Syamsul Rijal Hamid: 1999:33-37)
Pembagian Jenis Data File
Pembagian
Jenis Data File
Data file sendiri dibagi
menjadi dua jenis, yaitu master file, dan transaction file. Bila
kita kembali mengingat ke jaman baheula (dan sekarang juga mungkin masih
ada), jaman di mana belum dikenal komputer, pegawai tata usaha di suatu sekolah
memiliki data siswa yang ditulis di Buku Induk Siswa. Buku tersebut disimpan di
dalam rak yang tersedia. Nah, yang disebut dengan master file serupa
dengan itu, tetapi tempat menulis data dan tempat penyimpanannya sudah di dalam
komputer. Buku Induknya adalah master file, dan tempat menyimpannya
adalah database (penjelasan mengenai database akan dibahas
berikutnya).
Secara prinsip dapat
kita jabarkan bahwa master file adalah catatan mengenai objek-objek yang
harus ada di suatu lingkungan (enterprise) yang bila objek-objek
itu tidak ada, maka lingkungan itu tidak dapat berfungsi sebagaimana
mestinya. Lingkungan itu bisa berupa sebuah bank, sebuah sekolah, sebuah
kantor, dan sebagainya, atau bisa diperkecil lagi (sebagian) dari itu, misalkan
di perpustakaannya saja, di bagian Personalianya saja, dan sebagainya.
Seberapa besar dan
kecilnya lingkungan, tergantung seberapa besar dan kecilnya bagian yang (akan)
dikomputerisasi. Misalkan, di lingkungan perpustakaan saja, pertanyaannya
adalah “Master file apa saja yang dibutuhkan di perpustakaan ?.” Tentu
jawabannya akan kita pikirkan dengan cara bertanya pada diri sendiri “Apa saja
objek yang harus ada di suatu perpustakaan sehingga memang tempat itu pantas
disebut sebuah perpustakaan.”
Tabel 6.
Karakteristik dari
NTFS
|
NTFS
|
Features
|
|||
|
Dates
recorded
|
Creation,
modification, POSIX change, access
|
|||
|
Full
name
|
New
Technology File System
|
Date
range
|
||
|
Introduced
|
July 1993 (Windows NT 3.1)
|
Yes
|
||
|
0x07
(MBR)
EBD0A0A2-B9E5-4433-87C0-68B6B72699C7 (GPT) |
Attributes
|
Read-only,
hidden, system, archive
|
||
|
Structures
|
||||
|
Directory
contents
|
Transparent
compression
|
Per-file,
LZ77 (Windows NT 3.51 onward)
|
||
|
File
allocation
|
Per-file,
DESX (Windows 2000 onward), Triple DES (Windows XP onward), AES (Windows XP Service Pack 1, Windows Server 2003 onward) |
|||
|
Bad
blocks
|
Bitmap/Extents
|
Supported
operating systems
|
||
|
Limits
|
||||
|
Max
file size
|
||||
|
Max
number of files
|
4,294,967,295
(232-1)
|
|||
|
Max
filename size
|
255
characters
|
|||
|
Max
volume size
|
||||
|
Allowed
characters in filenames
|
any character except '\0' (NULL) and '/'[1]
Windows
also excludes the use of \ : * ? " < > and pipe
|
|||
Record/ Tuple (Tupel)
Record/ Tuple (Tupel)
Sekarang, mari kita pandang di suatu lingkungan (enterprise),
misalkan di kampus.Di sana (di dalam kampus), kita melihat beberapa objek yang
kasat mata, seperti, ada orang-orang, dan ada bangunan. Kita identifikasi lagi,
siapa (statusnya sebagai apa) orang-orang yang ada di dalam kampus tersebut.
Ternyata ada yang sebagai dosen, ada yang sebagai mahasiswa, ada yang sebagai
orang-tua, ada yang sebagai supir, ada yang sebagai pegawai kantin, ada yang
sebagai pegawai tata usaha, dan sebagainya.
Kita pilih status mereka (hanya bagi mereka yang benar-benar berkaitan
langsung dengan proses belajar-mengajar di kampus). Kita dapatkan, mahasiswa,
dosen, dan pegawai tata usaha. Kita perkecil lingkupnya, pertanyaannya sekarang
adalah, apa saja atribut yang berhak dimiliki oleh seorang mahasiswa ?.
Tentu saja, jika kita pandang seorang mahasiswa, ia pasti punya identitas
diri seperti nama, alamat rumah, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, dan
jika kita lihat dari penampilannya,
tentulah ia memiliki atribut tinggi badan, berat badan, warna rambut, warna
kulit, bentuk muka, dan sebagainya, masih banyak lagi.
Tentu, tidak semua atribut yang ia miliki lantas harus kita masukkan ke
dalam pendataan kita di komputer. Cukuplah atribut-atribut yang sangat
diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar saja yang perlu didata. Misalkan nama, alamat rumah, tempat dan tanggal lahir, dan jenis kelamin.
Tentu boleh ditambah lagi dengan identitas yang diperlukan, misalkan nomor
induk mahasiswa (NIM), nomor telepon, dan sebagainya.
Satu rangkaian data identitas mahasiswa di atas (terdiri atas beberapa
atribut yang dipilih) disebut dengan record.
Langganan:
Postingan (Atom)
