KEYAKINAN PADA HARI KIAMAT DAN PERTANGGUNG JAWABAN MANUSIA DIAKHIRAT
Rukun Iman yang kelima adalah keyakinan kepada hari akhirat. Keyakinan ini sangat penting
dalam rangkaian kesatuan rukun iman lainnya, sebab tanpa mempercayai hari akhirat sama halnya
orang yang tidak mempercayai agama Islam, walaupun orang itu menyatakan iman kepada Allah.
Dalam banyak ayat maupun Hadits Nabi, Iman kepada hari akhir ini hampir selalu dirangkaikan
dengan iman kepada Allah, misalnya :"Jika kalian beriman kepada Allah dan iman kepada hari akhir... ". (QS. Al-Nisa :59)"Sesungguhnya orang-orangyang mukmin, dan orang-rang Yahudi, Nasrani, orang-orang shabiin,
siapa saja diantara merekayang benar-benar beriman kepada Allah dan iman kepada hari akhir...(QS. Al-Baqarah: 62)
SabdaNabi:"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan
tetangganya...(Al-Hadits)
Ungkapan Al-Qur'an dan Al-Hadits semacam ini hendaknya kita fahami bahwajika manusia
beriman kepada Allah, maka harus pula beriman kepada hari akhir atau hari kiamat, atau dengan kata
lain iman kepada Allah membawa konsekwensi iman kepada hari akhir.
Menurut para ilmuwan alam, suatu saat alam ini akan berakhir dan segala sesuatu tidak berjalan
sebagaimanaperputaran alam sejak masa dahulu sampai pada masa berhentinya alam menurut ketentuan
yang telah ditetapkan. Alam ini akan berputarmengarah pada kerusakan dan kehancuran secara pasti.
Di antara dalil yang paling argumentatifbahwa hari akhir itu hanya Allah yang mengetahui adalah
karena tak seorangpun mendahuluinya membahas kerusakan alam dengan satu gambaran sebagaimana agama-agama klasik yang juga tidak membahasnya. Dan Allah tidak menginformasikan tentang hari
kiamat kepada para malaikat-Nya yang dekat dan tidak pula kepada Nabi-nabi-Nya.
Dalam banyak ayat,Al-Qur'an mengarahkan Rasul yang mulia untuk menjawab orang-orangyang
bertanya tentang kapan hari kiamat denganjawaban yang terarah, Firman Allah:"Sesungguhnyapengetahuan tentang kiamat itu adalah di sisiAllah. " (AI-A'raf: 187, AI-Ahzab: 63)
Redaksi ini mengandung implikasi agar mereka tidak banyak bertanya. Permasalahan ini dapat
kita simak dalam sebuah ayat Makkiyah :"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, Bilakah terjadinya ? Katakanlah, Sesungguhnya
pengetahuan tentang kiamat itu adalahpada sisi Tuhanku, tidakseorangpunyang dapat menjelaskan
waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di /angit
dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba, mereka bertanya
kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah sesungguhnyapengetahuan
tentang hari kiamat itu adalah di sisiAllah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."(Al-A'raf:
187)
Selain itu Allah juga merahasiakan waktu kiamat (wafatnya) setiap makhluk. Artinya, setiap
makhluk tidak mengetahui kapan ajalnya menjelang dan kitab hidupnya (takdir) ditutup. Hal ini agar ia
menyiapkan bekal untuk hari esok dan siap-siap menemui Tuhannya dengan amal shaleh serta menjauhi
dosa setiap waktu. Semua hadits Rasulullah saw, tentang kiamat hanyalah menjelaskan tanda-tandanya,
baik kecil atau besar. Diutusnya Rasulullah saw sendiri, termasuk tanda kiamat sebab, beliau adalah
Nabi terakhir, tidak ada Nabi setelahnya dan tidak ada kitab suci lagi setelah Al-Qur'an, serta tidak ada
syari'at setelah syari'at beliau. Berkaitan dengan ini Al-Qur'an mengisyaratkan:"Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada
mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya..... "( QS. Muhammad:
18)
Hari kiamat dimulai dengan rusaknya alam ini. Setiap manusia yang hidup di alam ini akan mati
dan bumi akan diganti, bukan bumi dan langit yang sekarang ini. Allah yang membangkitnya semua
manusia dan mengembalikan mereka pada kehidupan kedua.
Sesudah manusia dibangkitkan (hari itu dinamakan hari ba'ats) maka setiap orang dihisab oleh
Allah berdasarkan perbuatannya, baik ataupunjelek (hari itu disebut hari hisab atau yaumul hisab).
Barangsiapa yang perbuatan baiknya lebih banyak dari pada perbuatan jeleknya, maka Allah akan
memasukkannya ke dalam surga dan barang siapa yang perbuatanjeleknya lebih banyak dari baiknya
maka Allah akan memasukkan ke dalam neraka.
Manusia sangat berbeda ketika dibangkitkan menurut amal mereka. Orang-orang yang akidah dan
amalnya baik danjiwanya suci, maka tubuh dan ruhnya utuh dan sempuma, sedang orangyang amalnya
buruk dan akidahnya rusak, maka tubuh dan ruhnya berkurang.
Dalam hadits Rasulullah bersabda :"Orang-orangyang sombong dan diktator akan dikumpulkan di hari kiamat da/am teompet (lobang)
semutyangdiilyakoleh manusia karena mereka meremehkan Allah. "Pendidikan Agama Islam 19
Muslim meriwayatkan dari Jabir, dia berkata: saya mendengar Rasulullah Saw bersabda:"Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kematiannya. "
Artinya, jika ia mati dalam kebaikan, maka dia dibangkitkan dalam keadaan gembira. Jika ia mati
dalam kejelekan, maka dia dibangkitkan dalam keadaan buruk.
Setelah dibangkitkan kemudian Allah menghimpun dan mengumpulkan manusia untuk menghisab
setiap orang berdasarkan amalnya, baik ataupun jahat. Sebagaimana bumi menjadi saksi tentang
pengkabarannya, maka lidah, tangan kaki, dan kulitjuga akan menjadi saksi. Penghitungan dan pencatatan
amal dilakukan dengan pelantaran malaikat.
Jika hari hisab telah tiba, maka buku catatan amal ditampakkan dan disodorkan kepada pemiliknya.
Sebagaimana firman Allah :
"Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amalperbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung)
pada lehernya, dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya
terbuka. "(QS. Al-Israa: 13)
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiripada waktu inisebagaipenghisab terhadapmu. "(Al-Israa
: 14)Pencatatan amal termasuk persoalan yang telah menjadi ketetapan ilmiah. Tak satupun suara,
perbuatan dan gerak kecuali semuanya tercatat dalam buku catatan alam. Tak satupun hilang dan tak
satupun yang dapat mendatangkannya.
Ketelitian hisab mencapai puncakyang tidak mungkin dapat digambarkan. Neraca keadilan selalu
ditegakkan sehingga keadilan Tuhan dapat direalisasikan sampai pada bentuk keadilan yang sempurna.
Jika Allah membalas orang-orang yang berbakti dengan surga Na' im, maka Allah membalas yang
berbuat dosa dengan neraka Jahim.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar